Jakarta

AIYA Jakarta is a non-government organisation run by both Australian and Indonesian young professionals in aims to strengthen the relationship between the two countries.

As the capital city of Jakarta is a centre of business activities, diverse ethnicities and races come together in this city of dreams full of promise. And so, AIYA did not think twice upon its decision to open a chapter in the city that never sleeps in 2013. Australia’s two-way trade with Indonesia was worth $14.6 billion in 2012, and as Indonesia’s economy continues to grow rapidly, there will be opportunities for many Australian businesses to benefit from forging a stronger relationship with their counterparts.

AIYA consists of a collection of young Indonesian and Australian young professionals who run various activities, one of which is to organise the Conference of Australian and Indonesian Youth (CAUSINDY), and plans to organise other activities in its goal to cultivate the relationships of the young professionals to work together for mutual benefit. This is what we believe will be key to further solidify the bilateral relationship between the neighbouring countries.

Stay up to date with our events by connecting with us on social media!

Facebook: Australia Indonesia Youth Association – Jakarta

Twitter: @AIYA_Jakarta

To get involved or find out more, email us at jakarta@aiya.org.au for any questions or enquiries.

Chapter Committee

Karina Akib

Karina works for Google, supporting the growth of digital and small-medium businesses in Indonesia as a Strategic Partner Manager. Previously, she served as a Management Consultant in the Boston Consulting Group’s Jakarta office. Among other activities, her passion for social entrepeneurship and technology resulted in a product launch at Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA) where mobile phone technology was used as a tool to develop the livelihood of individuals at the base of the pyramid. Karina graduated from BCom (Actuarial Studies, Finance) and was a Co-op Scholar at The University of New South Wales.

Karina originally moved to Indonesia to learn more about her family heritage. She realized how vibrant the country was and how important it is to Australia, even more so after advising several Australian companies looking to enter the region.

Bede Moore

Bede is an Australian entrepreneur living and working in Indonesia. Bede is a founder of Vela Asia, a multi-platform e-commerce retailer that operates online stores for international and domestic brands in Indonesia. Previously, Bede co-founded and worked as Managing Director of Indonesia’s largest e-commerce company, Lazada.co.id, and served as a Senior Associate in the Boston Consulting Group’s Jakarta and Melbourne offices. Bede has written extensively on Asian politics, business and history in various publications such as The Jakarta Globe, Crikey!, The Harvard International Review and ABC News. Bede graduated from BA (Indonesian History) from Harvard and MPhil (Hons) from Leiden University.

Bede has been living and working in Jakarta since 2011, where he has been fortunate to witness the growth and development of Indonesia first hand, and is committed to helping young people from both countries to enjoy similar experiences.

Alyssia Sastrosatomo

Alyssia is Astra International’s Group Corporate Development and Strategy Analyst, where she is part of a team responsible for the formulation and implementation of Indonesia’s largest listed conglomerate’s strategic agenda as well as supporting corporate finance or business development initiatives within the Group. Previously, she interned at Unilever Indonesia as a Brand Management Analyst. She was also selected to represent Indonesian students from the University of Melbourne to participate in DANONE Group’s annual business challenge known as TRUST. Alyssia graduated from BCom (Marketing, Business Management) from University of Melbourne, receiving a “New Generation International Undergradate” scholarship in her first semester for her high entry score.

Alyssia’s time at Astra has made her realize Indonesia’s potential for growth which developed a passion for exploration of the company’s role in the global economy.

Rizki Bahfen

Rizki is works at Bank Mandiri in Jakarta, where he is getting ready to become one of the future leaders of the company. He has also served as President for Monash University’s Indonesian Student Association in Australia (PPIA), where he looked after the welfare of Indonesian students as well as promoted Indonesian culture in Australia. He was once involved with Soundsekerta; one of Melbourne’s biggest annual event that aims in promoting Indonesian culture through music, food and various activities into the Australian community. Through the theme “Our Heart, Our Indonesia”, he encouraged Indonesian students who studied abroad to return to their home country and re-build Indonesia together. Rizki completed both his Bachelor of Business & Commerce and Masters of Business from Monash University in Melbourne, Australia.

Rizki hopes that he can be involved more in improving communications between Indonesian and Australian future leaders.

Sasha Kohar

Sasha Kohar is Astra International’s Corporate Communications Analyst, where she is part of a team responsible for the development and implementation of strategies in continuously improving Astra’s brand image and ensuring effective internal communications within the Group. Previously, she interned at ICON Communications International’s Sydney and Jakarta offices where she first stepped into the world of public relations. She also interned at Gateway Research; a start-up in Sydney that provides business consultation derived from market research that specializes in quantitative analysis, where she learnt to apply her science backrgound into the corporate world. Sasha graduated from BSci (Psychology) from The University of New South Wales.

Sasha’s time at Astra has sparked her interest in getting to know more about her country, and she wishes to be able to share Astra’s philosophy to young professionals alike.

Bahasa Indonesia

AIYA adalah organisasi kepemudaan non-pemerintah yang dijalankan secara bersama-sama oleh pemuda-pemudi Indonesia dan Australia untuk menciptakan hubungan yang lebih baik di antara kedua negara.

Karena Jakarta adalah sebuah ibukota yang menjadi pusat kegiatan bisnis, maka beragam suku bangsa dan ras berkumpul menjadi satu di kota yang menjanjikan impian kepada masyarakat. Maka, AIYA tidak berpikir panjang lagi untuk memutuskan membuka chapter di kota yang tidak pernah tidur ini tahun 2013. Transaksi antara Indonesia dan Australia bernilai $14.6 miliar di tahun 2012. Dengan ekonomi Indonesia yang terus berkembang pesat, maka akan lebih banyak lagi kesempatan untuk para pebisnis dari Australia yang mendapat keuntungan dari pemeliharaan relasi ini.

AIYA sebagai kumpulan profesional muda Indonesia-Australia memiliki beragam kegiatan bersama, di antaranya melaksanakan Conference of Australian and Indonesian Youth (CAUSINDY), serta berencana untuk merancang beberapa kegiatan lainnya dalam rangka mempererat para profesional muda untuk bersinergi dan bekerjasama yang saling menguntungkan. Inilah yang kami percaya akan menjadi kunci untuk makin mempererat hubungan bilateral antara kedua negara bertetangga ini.

Komite Cabang

Karina Akib

Karina bekerja di Google. Ia mendukung pertumbuhan bisnis digital dan usaha kecil-menengah di Indonesia sebagai Strategic Partner Manager. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Konsultan Manajemen dari Boston Consulting Group di kantor Jakarta. Semangatnya pada wirausaha dan teknologi telah mengasilkan peluncuran produk bersama Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA) berupa teknologi telepon selular yang digunakan sebagai alat untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan kualitas hidup masing-masing. Karina bergelar S. Mb (Studi Aktuaria, Keuangan) dan juga sebagai Co-op Scholar dari The University of New South Wales.

Awalny, Karina pindah ke Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang tanah kelahiran keluarganya. Ia sadar betapa dinamisnya negara ini dan betapa pentingnya Indonesia untuk Australia, terlebih lagi setelah ia telah menasihati beberapa perusahaan Australia yang ingin memasuki Indonesia.

Bede Moore

Bede adalah seorang pengusaha dari Australia yang tinggal dan bekerja di Indonesia. Bede adalah pendiri Vela Asia, sebuah bisnis e-commerce multi-platform yang beroperasi menjual barang bermerek internasional maupun domestik di Indonesia. Sebelumnya, Bede mendirikan dan bekerja sebagai Direktur Utama perusahaan e-commerce di Indonesia, Lazada.co.id, dan bekerja sebagai Senior Associate dari Boston Consulting Group di kantor Jakarta dan Melbourne. Bede telah banyak menulis tentang politik Asia, bisnis dan sejarah di berbagai publikasi seperti The Jakarta Globe, Crikey!, The Harvard International Review dan ABC News. Bede bergelari S. Sn (Sejarah Indonesia) dari Harvard M. Sn (Filsafat) dari Leiden University.

Bede telah tinggal dan bekerja di Jakarta sejak tahun 2011. Ia beruntung karena bisa menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan Indonesia secara langsung. Ia berkomitmen untuk membantu kaum muda dari kedua negara untuk menikmati pengalaman yang serupa.

Alyssia Sastrosatomo

Alyssia Sastrosatomo bekerja di Astra International sebagai analis di divisi Group Corporate Development and Strategy. Ia adalah bagian dari tim yang bertanggung jawab atas perumusan dan pelaksanaan berbagai strategi salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, serta mendukung strategi keuangan atau pengembangan usaha di dalam Grup Astra. Sebelumnya, ia magang di Unilever Indonesia sebagai analis Brand Management. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari perwakilan mahasisa Indonesia dari Univeristy of Melbourne untuk ikut berpartisipasi dalam TRUST; yaitu tantangan bisnis tahunan yang diselenggarakan oleh Grup DANONE. Alyssia bergelar S. Mb (Marketing, Manajemen Bisnis) dari University of Melbourne. Ia meraih beasiswa di semester pertama karena nilai ujian masuknnya yang tinggi.

Pengalamannya di Astra telah menyadarkan Alyssia bahwa Indonesia memiliki potensi untuk berkembang dan berperan untuk pertumbuhan ekonomi secara global.

Rizki Bahfen

Rizki Bahfen bekerja di Bank Mandiri di Jakarta. Ia sedang dipersiapkan menjadi salah satu calon pemimpin bagi perusahaan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) di Monash University. Saat itu, ia memelihara kesejahteraan mahasiswa Indonesia serta mempromosikan budaya Indonesia di Australia. Ia pernah mendukung Soundsekerta, yaitu salah satu acara tahunan terbesar di Melbourne yang bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui pertunjukan musik, makanan dan berbagai kegiatan ke komunitas Australia. Melalui tema “Our Heart, Our Indonesia”, ia mengajak mahasisa Indonesia yang belajar ke luar negeri untuk kembali ke negeara asal mereka dan membangun Indonesia bersama-sama. Rizki lulus dari S. Mb (Commerce) dan M. M. dari Monash University di Melbourne, Australia.

Rizki berharap bahwa ia dapat senantiasa terlibat dalam memperbaiki komunikasi antara pemimpin masa depan dari Indonesia dan Australia.

Sasha Kohar

Sasha Kohar bekerja di Astra International sebagai analis di Corporate Communications. Ia adalah bagian dari tim yang bertanggung jawab atas pengembangan dan implementasi strategi komunikasi untuk senantiasa meningkatkan citra Astra dan memastikan komunikasi internal yang efektif di dalam Grup Astra. Sebelumnya, ia magang di ICON Communications International yang berkantor di Sydney dan di Jakarta. Ini adalah pengalaman pertamanya melangkah ke dunia hubungan masyarakat. Ia juga pernah magang di Eyetracker, yaitu sebuah perusahaan start-up yang menyediakan konsultasi dari hasil riset pasar yang berspesialisasi dalam analisa kualitatif. Ia belajar untuk menerapkan ilmu sainsnya ke dalam dunia usaha. Sasha bergelar S. Si. (Psikologi) dari The University of New South Wales.

Waktu Sasha di Astra telah memicu ketertarikannya untuk lebih mengenal negaranya dan ia harap untuk dapat tentang filosofi Astra kepada para kaum muda yang juga baru memasuki dunia kerja.