Queensland

The Australia Indonesia Youth Association in Queensland was founded mid 2012, and aims to build a network of youth who are passionate about the Australian/Indonesian relationship through facilitating various networking and social events.

We are currently affiliated with various institutions such as the University of Queensland, Griffith University, Australian Catholic University, Queensland University of Technology and University of the Sunshine Coast, on the Sunshine Coast. Through these institutions, we have established regular language exchanges with local Indonesian students.  We focused towards facilitating exciting events which involve professional networking, informative seminars and socialising activities.

To be notified about these exciting events, stay up to date with our social media sites!

Facebook: Australia Indonesia Youth Association – Queensland

Twitter: @AIYA_Queensland

If you have any questions or queries, you can also send an email to qld@aiya.org.au.

Chapter Committee

Rachmania P Wardhani: President

Nia sangat antusias untuk mempromosikan budaya dan kekayaan Indonesia sejak ia di SMA. Dia pertama kali tiba di Australia pada tahun 2015 untuk belajar Bachelor of Arts in Psychology melalui program double degree Universitas Indonesia & University of Queensland. Sejak saat itu dia dengan cepat menemukan peran penting kaum muda untuk menjembatani hubungan antara Indonesia dan Australia. Melalui AIYA, dia berharap agar anak muda lebih mengetahui tentang Australia dan Indonesia dan terlibat dalam hubungan bilateral kedua negara terutama melalui kegiatan budaya, pendidikan, dan sosial. Meskipun ia mengejar karir sebagai psikolog klinis, Nia akan melanjutkan komitmennya dalam mempromosikan pemahaman multikultural di kalangan kaum muda.

Isaac Bennett: Vice President

Dalam studi bahasa Inggrisnya, Isaac telah menghabiskan waktu untuk belajar di Lombok dan Yogyakarta, mengembangkan keinginan pribadinya untuk mempelajari Indonesia. Saat terjebak di Brisbane, Isaac telah terlibat dalam AIYA QLD selama beberapa tahun dan berharap dapat melihat kesadaran dan pemahaman tentang Indonesia terus berkembang di Queensland. Keterlibatan akademis Ishak dengan Indonesia telah memuncak dalam penghargaan studinya dalam sejarah Indonesia tahun ini di University of Queensland. Jika dia berhasil melewati tahun 2017 dengan kewarasannya, Isaac berharap bisa kembali ke Indonesia sesegera mungkin.

Priscilla Tjokrowijoto: Secretary 

Priscilla sedang menempuh Bachelor of Arts di UQ, jurusan Psikologi dan program minor dalam Sastra Inggris. Dia percaya akan pentingnya dan manfaat dari hubungan bilateral yang kuat, terutama di antara negara-negara tetangga. Perbaikan hubungan Australia dan Indonesia bisa dimulai di tingkat akar rumput, yaitu melibatkan pemuda kedua negara. Melalui keikutsertaannya di AIYA, dia berharap dapat mempromosikan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai yang berbeda di antara kedua komunitas tersebut. Sebagai sekretaris, Priscilla akan menangani tugas administratif di bab Queensland.

Joel Adsett: Treasurer 

Joel saat ini sedang belajar gelar ganda di bidang hukum dan keuangan di Queensland University of Technology. Setelah baru saja kembali dari menghabiskan satu tahun belajar dan bekerja di Indonesia, Joel memiliki ketertarikan yang kuat terhadap sejarah, politik, dan pengaruh Indonesia yang terus berkembang di panggung dunia. Joel juga bersemangat untuk mempromosikan hubungan akar rumput antara Australia dan Indonesia, terutama di tingkat pemuda, dan percaya bahwa dialog dan pemahaman yang lebih kuat antara kedua negara akan memungkinkan kolaborasi dan kemakmuran yang lebih besar di masa depan.

Zachary Look: Communications Officer and Publicist 

Melalui studi politik dan bahasa Indonesia di Griffith University dan University of Queensland, semangat Zac untuk diplomasi regional telah berkembang. Dia mengidentifikasi Indonesia sebagai pemain penting di masa depan Indo-Pasifik, dengan koneksi akar rumput menjadi kunci dalam menempa hubungan yang sehat. Sementara sering bergolak, hubungan Indonesia-Australia merupakan bagian integral untuk kesejahteraan masa depan Australia. Bekerja dengan AIYA Queensland untuk tahun kedua, Zac berharap dapat melibatkan lebih banyak orang Queensland untuk secara positif mengubah persepsi Australia tentang budaya, pemerintahan, orang-orang Indonesia. Ia meyakini hal ini bisa dilakukan melalui ikatan silang budaya pribadi seperti yang diupayakan oleh AIYA.

Lachlan Haycock: Community Liason Officer

Lachlan memiliki gelar Bachelor of Arts (Honours) dalam bahasa dan sastra Indonesia yang diselesaikan melalui pertukaran di Yogyakarta dan Mataram, Lombok, dan telah memegang berbagai peran di dalam AIYA pada tingkat bab. Keterlibatannya dalam hubungan Australia-Indonesia tumbuh dari studi bahasa Inggris dan perjalanan ke daerah tersebut untuk kursus singkat intensif selama universitas. Hasrat Lachlan terhadap kata-kata tertulis telah mendorongnya untuk mencari berbagai pengalaman dinamis, mulai dari menjadi editor fotokopi di Jakarta Globe untuk menafsirkan proyek pengembangan kapasitas USC International Development.

 

Liam Mckinnie: Events Coordinator

Liam adalah mahasiswa Universitas Sunshine Coast, yang mempelajari hubungan internasional dan bahasa Indonesia. Liam memiliki ketertarikan yang kuat terhadap politik Indonesia dan hubungan Indonesia Australia. Sebelumnya dia pernah belajar hubungan internasional di Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Jawa Tengah dan Indonesia di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dia baru saja kembali dari magang dengan Trade and Investment Queensland di Jakarta untuk mempromosikan universitas-universitas di Queensland dan industri lainnya. Liam percaya bahwa Indonesia dan Australia adalah kunci kesuksesan masing-masing yang dapat direalisasikan dengan pemahaman yang lebih baik satu sama lain dan mengembangkan hubungan orang-orang yang lebih kuat.

Last Updated 22 November 2017.