Eastern Indonesia

Posted on 28 August, 2013

Selamat datang di Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Indonesia Timur! AIYA Indonesia Timur adalah organisasi kepemudaan non-pemerintah yang dijalankan oleh pemuda-pemudi Indonesia dan Australia untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

Pada tahun 2014 sampai 2016, cabang ini terletak di Nusa Tenggara Timur, tetapi sekarang berkembang ke wilayah Indonesia Timur yang lebih luas, ini berarti bahwa pada tahun 2017 AIYA akan hadir di Kupang, Timor Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan. Perubahan ini terjadi setelah AIYA diminta membuat AIYA di Sulawesi Selatan berkat pembukaan Konsulat Jenderal Australia yang baru dan Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia (AIYEP) di Makassar.

Kami berharap bahwa perluasan ini akan memberi orang-orang Indonesia Timur dan Australia platform yang lebih kuat untuk saling terlibat pada masa depan. Kami sangat senang bisa mengumpulkan pemuda-pemudi yang bersemangat dan bertalenta untuk bekerja keras mengembangkan sebuah organisasi yang berpotensi menjembatani para pekerja seni, wisatawan, pelaku bisnis, universitas dan pemuda dari Australia dan Indonesia.

Silakan ikut pada Sosial Media kami untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai acara, kesempatan, dan aktivitas pemuda Australia dan Indonesia di Indonesia Timur!

 

Twitter: @aiya_eastindo

Instagram: @aiya.eastindo 

Facebook: Australia Indonesia Youth Association – Eastern Indonesia

Chapter Executive – East Nusa Tenggara

Claudya Dhaja (Djie) – East Nusa Tenggara Committee President

Dije adalah mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT dan akan menyelesaikan pendidikannya pada Desember 2017. Sejak 2012, Dije mulai tertarik dengan hubungan bilateral Indonesia-Australia melalui University BRIDGE Pilot Project yang diadakan antara Charles Darwin University dan Undana dan menjadi UniBRIDGE awardee serta memperoleh kesempatan study trip di Sydney dan Canberra selama 3 minggu. Sejak saat itu, Dije terlibat sebagai mentor di UniBRIDGE dan aktif dalam kepanitiaan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi mahasiswa Australia di Undana. Dije juga merupakan salah satu Co-founder dan Presiden asosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA) di Undana tahun 2014 yang bergiat di pilar Pendidikan, Hubungan Internasional dan Lingkungan. Dengan bergabung bersama Australia-Indonesia Youth Association, Dije berharap dapat mengembangkan lebih banyak jaringan di antara orang muda Australia dan Indonesia dan dapat berbagi pengetahuan tentang Australia dan Indonesia di dalam komunitas itu sendiri.

Richard Wau – East Nusa Tenggara Committee Vice President

Richard baru saja menyelesaikan studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendana, Kupang. Selama menjalani perkuliahan, Richard aktif terlibat di organisasi kemahasiswaan di kampusnya seperti Asosiasi MITRA (Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing) yang mana dari situ ia aktif di kegiatan sukarelawan dan mengadakan berbagai macam kegiatan. Richard memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan hubungan bilateral Australia-Indonesia melalui Program UniBRIDGE (University Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) sebagai partisipan dan mentor sejak tahun 2014 dan juga melalui Program tahunan BIPA (Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing) bagi mahasiswa Australia di kampusnya. Pada tahun 2015-2016 Richard juga merupakan peserta program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Lilyen Sede – East Nusa Tenggara Committee Treasurer

Lilyen baru saja menyelesaikan studi S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Nusa Cendana Kupang. Sejak Mei 2012, Lilyen terlibat dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Australia melalui UniBRIDGE (University Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) Pilot Project yang diadakan antara Universitas Charles Darwin dan Universitas Nusa Cendana dan mengambil bagian pada Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di universitasnya. Lilyen juga terpilih menjadi UniBRIDGE awardee pada tahun 2014 serta memperoleh kesempatan study trip ke Australia selama satu bulan. Selama menjalani perkuliahan, Lilyen juga terlibat aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjadi salah satu co-founder dan wakil presiden Asosiasi MITRA (Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing) yang biasanya menggelar berbagai kegiatan dan menjadi sukarelawan. Dengan bergabung bersama Australia-Indonesia Youth Association (AIYA), Lilyen berharap dapat membangun lebih banyak jaringan di antara pemuda Australia dan Indonesia dan memperoleh berbagai kesempatan mengembangkan diri dan meningkatkan hubungan baik di antara dua negara ini.

Chapter Executive – South Sulawesi

Mentari Rahman – South Sulawesi Committee President

Mentari meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Selama masa studinya di Yogyakarta, Mentari juga menjadi relawan pada berbagai kegiatan HIV, bantuan bencana, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Semangat Mentari untuk membantu orang lain membuatnya bekerja di sebuah LSM di Makassar. Selain itu, keterlibatan Mentari sebagai sukarelawan di ACICIS dan AIYEP, serta ketertarikannya pada kontak awal antara Makassar dan Australia Utara telah mendorongnya untuk mendirikan AIYA Indonesia Timur di Makassar untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Sebagai pendiri, Mentari juga memperkenalkan sebuah organisasi kewirausahaan mahasiswa Australia, Intellectual Property, Innovation, and Technology Society (IPITS), ke Makassar dan Indonesia. Mentari berharap agar inisiasi seperti AIYA dan IPITS akan membantu perekonomian Makassar dengan meningkatkan pariwisata lokal, studi, perdagangan, dan investasi. Seluruh faktor-faktor penting tersebut akan membantu meningkatkan reputasi kampung halamannya di skala internasional. 

Email dia ke easternindonesia@aiya.org.au

Emily Logan – South Sulawesi Committee Vice President 

 Emily bekerja selama beberapa tahun di industri hortikultura sebelum menyelesaikan gelar master linguistic terapan di Universitas Monash pada tahun 2012. Sejak saat itu, dia pindah ke Makassar dimana dia belajar Bahasa Indonesia dan menikmati berjelajah budaya lokal. Ketika dia lancar, dia berencana untuk mengejar gelar doktornya dalam penelitian dan pengembangan bahasa minoritas. Makassar adalah tempat yang sempurna, sebagai kota terbesar dimana pulau ketiga yang paling beragam secara bahasa di dunia. Emily sangat antusias dengan kesempatan yang diberikan AIYA untuk berinteraksi dengan pemuda di Makassar dan berkontribusi pada hubungan bilateral Australia Indonesia.

 

 

Muhlis Ismail Kasim (Muce) – South Sulawesi Committee Treasurer 

 Muce sekarang sedang berkuliah di program studi psikologi Univeristas Negeri Makassar (UNM). Muce adalah salah satu mantan pengurus di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia wilayah IV selama dua periode. Sehari-hari, Muce banyak menghabiskan waktunya di kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai pemateri, pantia pelaksana, atau relawan. Selain itu, Muce juga merupakan salah satu pendiri komunitas IT yg dimaksud berbasis kemanusiaan, yaitu Psychograph. Besar harapan Muce untuk tetap berusaha dan berkontribusi ke masyarakat dengan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

 

 

Chaerul Anwar – South Sulawesi Committee Communication Officer

 Chaerul Anwar, merupakan alumni prodi manajemen dari UIN Alauddin Makassar dan merupakan co-founder sebuah perusahaan IT & Desain yang berbasis di Kota Makassar. Selain bekerja di dunia IT, dia telah terlibat di beberapa proyek yang berskala nasional seperti Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2016 dan 2017 sebagai pemeriksa dan verifikator desain Alat Peraga Kampanye (APK) dari beberapa Kota-Kabupaten dan Provinsi di Indonesia. Selain bergelut dengan dunia profesional, dia juga menyenangi kegiatan outdoor seperti mendaki gunung dan menjelajah alam yang dia padukan dengan hobby Photography-nya. Dia juga telah terlibat di beberapa kegiatan yang bertemakan sosial dan pendidikan seperti Palang Merah Indonesia, WWF Indonesia dan Kelas Inspirasi – Indonesia Mengajar.

 

Mudassir Hasri Gani (Acil) – South Sulawesi Committee Event Officer 

 Mudassir Hasri Gani yang sering kerap di sapa Acil merupakan lulusan sarjana jurusan psikologi dari Universitas Negeri Makassar. Keseharian Acil sering berkecimpung di dunia sosial dengan langkah konkret mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Lembaga Kajian Peduli Anak dan Remaja Celebes (LKPARC). Acil sekarang aktif di event projects “Vipro Communication” yang mempromosikan perfilman Indonesia. Acil juga sering tergabung dalam tim selection perekrutan calon-calon karyawan perusahaan. Acil merupakan salah satu keluarga angkat Makassar untuk peserta AIYEP di tahun 2017 dan pengalaman tersebut membuatnya ingin berpartisipasi di AIYA karena ingin berinteraksi lebih banyak dengan pemuda Australia. Saat ini Acil sedang fokus untuk membangun bisnis.

 

Ahmad Fadli Mappeaty (Oli) – South Sulawesi Committee Event Officer 

 Oli adalah mahasiswa hubungan internasional di Bosowa University Makassar. Oli merupakan sosok yang senang bergaul dan cenderung menyukai berbagai aktivitas sosial baik yg dilaksanakan di dalam maupun di luar kampus. Saat ini, Oli merupakan anggota dari himpunan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Bosowa yang menjabat sebagai koordinator hubungan masyarakat. Keikutsertaannya sebagai keluarga angkat untuk AIYEP di Makassar membuat dirinya tertarik untuk bergabung di AIYA karena ingin mempererat hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memperluas pertemanannya dengan pemuda Australia.

 

 

Last Updated 31 October 2017.