Wawancara Flexible Language Exchange (FLEX)

Posted on 20 August, 2020

Versi bahasa Inggris, klik di sini

Diterjemahkan oleh Lotte Troost – AIYA National’s Content Translator 

Koordinator Operasional kami (Australia), Emily Heng, mewawancarai Acum. Dia seorang anggota AIYA. Acum diwawancarai tentang keterlibatannya di Flexible Language Exchange (FLEX) dan pendapatnya tentang peran pertukaran bahasa dalam memperkuat hubungan Australia-Indonesia.

E: Apakah bisa memperkenalkan diri?

A: Hi, nama saya Ahmad Ma’shum. Kamu bisa memanggil saya dengan nama belakang saya, yaitu Acum. Saya mulai mengucapkan nama saya seperti ini ketika saya masih anak kecil. Saya adalah anggota AIYA Yogyakarta dan selama pandemi ini saya tinggal di Magelang bersama keluarga saya. Saya bekerja sebagai desainer kreatif dan saat ini saya sedang bekerja sebagai pekerja freelance.

Ahmad Ma’shum (Acum) di Melbourne

E: Bagaimana kamu terlibat dalam AIYA?

A: Saya menemukan AIYA pada awal tahun 2017, setelah saya lulus dari RMIT University dan mulai mengikuti pertukaran bahasa mingguan AIYA Victoria pada awal tahun 2018, sebelum saya pulang ke Indonesia. Saya menganggap diri saya sebagai seorang yang cukup berdedikasi dan selalu menghadiri semua acara AIYA di daerah yang mana saya tinggal! 

E: Dengan kata-katamu sendiri, apakah kamu bisa menjelaskan apa itu FLEX?

A: FLEX adalah alternatif online pertukaran bahasa yang diatur oleh AIYA, hampir di setiap chapter mereka. Selama pandemi ini, anggota AIYA dari seluruh dunia tetap bisa terhubung melalui FLEX. Anggota dapat berlatih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris melalui konferensi audio atau video. FLEX adalah tempat untuk bertukar pengetahuan tentang budaya, keragaman dan bahasa. FLEX menjadi jembatan yang membangun hubungan antara dua negara, dua benua.

E: Apa yang menginspirasi kamu untuk bergabung dengan FLEX?

A: Saya pernah memutuskan untuk mengikuti FLEX karena saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bergabung bersama teman-teman saya, meskipun pandemi ini. Saya ingin tetap berhubungan bersama mereka, meski kami terpisah secara fisik.

E: Aktivitas dan game apa yang pernah kamu ikuti di FLEX?

A: Saya suka mengikuti aktivitas dan game apa pun di FLEX. Game favorit saya di FLEX adalah Kahoot. Memainkan game ini sangat menyenangkan. Saya juga suka melibat dalam diskusi tentang isu-isu tertentu bersama anggota AIYA lainnya dan bertukar pengetahuan. Saat membicarakan makanan, saya biasanya memperhatikannya dengan penuh semangat!

Acum mengikuti pertukaran bahasa mingguan AIYA Victoria pada tahun 2017

E: Apa manfaat FLEX bagi kamu?

A: Saya telah belajar banyak hal melalui FLEX dan dapat berhubung kembali dengan teman AIYA lama dari Australia (Victoria). Melalui FLEX, saya belajar dan menemukan hal-hal yang saya tidak tahu sebelumnya seperti makanan tradisional dari pulau lain di Indonesia dan bahkan dari Australia.

E: Menurut kamu, apakah pertukaran bahasa berperan penting dalam memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia?

A: Saya tentu berpikir begitu. Pertukaran bahasa memberikan pengaruh pada hubungan antara kedua negara. Tidak hanya dengan memperkuat berbagi budaya dan bahasa, tapi juga melalui diplomasi bilateral pemuda. Anggota AIYA mewakili pemuda “kontemporer” yang membenamkan dan mengabdikan diri untuk menyatukan perbedaan dan menjembatani dua budaya. Kami berbicara bahasa satu sama lain dan merangkul berbagai adat istiadat.  

E: Apakah kamu punya saran untuk anak muda Indonesia yang tertarik untuk melibat dalam hubungan Australia-Indonesia?

A: Saya mendorong dan merekomendasikan anak muda Indonesia untuk mengikuti acara AIYA dan bergabung dengan AIYA. Bergabung dengan AIYA akan memperluas wawasan kamu dan memungkinkan kamu untuk mempelajari banyak hal tentang hubungan bilateral Australia-Indonesia! 

Bergabung dengan AIYA memungkinkan kamu untuk melibat dalam organisasi kaum muda dalam hubungan Australia-Indonesia. Untuk menjadi anggota AIYA, klik di sini. Untuk menghadiri sesi FLEX mingguan kami, daftarlah untuk menjadi anggota AIYA, lalu buatlah akun di Unibridge.

Penyunting : Meylisa Sahan – AIYA’s National Blog Editor