Dari orang ke orang: Refleksi Pengalaman AIYEP

Posted on 26 November, 2020

Versi Bahasa Inggris, klik di sini.

Ditulis oleh Michiko Mokodompit – Partisipan AIYEP 2019/2020 dari Indonesia
Disunting oleh Meylisa Sahan & Dinda Ichsani – AIYA National Blog Editor
Diterjemahkan oleh  Adolf Richardo – AIYA National Content Translator

Seiring maraknya merek kue selebriti yang viral di Indonesia beberapa tahun terakhir, sangat menarik untuk mengetahui Lamington Australia yang dijual dan dipasarkan di Indonesia sebagai kue oleh-oleh dari Pontianak (Kalimantan Barat). Lamington sangat disukai oleh banyak orang Indonesia dan semoga saat ini banyak orang mulai mengetahui bahwa kue ini adalah salah satu makanan lezat dari Australia. Selain itu, toko yang menjual kue ini masih ada sampai sekarang. Selain Lamington, orang-orang Australia tidak dapat melewatkan sarapan dengan selai Vegemite. Orang Indonesia memang belum begitu familiar dengan selai favorit Australia namun sebagian mungkin pernah mendengarnya. Vegemite dicintai oleh banyak orang Australia dan merupakan makanan pokok di banyak rumah tangga, bahkan pejabat tinggi pun membawanya ke pesawat. Ini juga digunakan sebagai souvenir informal Australia untuk kunjungan ke negara asing lainnya.

Hubungan luar negeri terkadang sangat unik. Makanan merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya “merebut hati melalui perut”. Tidak hanya melalui makanan, tetapi hubungan diplomatik dapat dibangun melalui hubungan komunitas-ke- komunitas atau hubungan orang-ke-orang. Saya ingat tahun lalu bisa cukup beruntung terpilih sebagai peserta AIYEP. Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia (Australia-Indonesia Youth Exchange Program/ AIYEP) adalah inisiatif bilateral tahunan yang disponsori oleh kedua negara (Indonesia dan Australia) melalui Kemenpora dan DFAT. Sejak didirikan pada tahun 1982, 36 pemuda yang terdiri dari 18 orang Indonesia dan 18 orang Australia berusia 21 hingga 25 tahun akan menjalani kegiatan antar budaya seperti pengembangan bersama masyarakat, tinggal bersama keluarga asuh, pertunjukan budaya dan magang (pengalaman profesional). Program ini terbagi menjadi dua fase selama empat bulan yang kegiatannya menekankan pada hubungan antar manusia di dua negara ini. Peserta kegiatan ini akan mengikuti magang selama penempatan kerja untuk pengembangan profesional mereka. 

AIYEP mendorong saya untuk keluar dari zona nyaman. Menari dan tampil di depan banyak penonton, menyanyi dan pidato bukanlah hal yang saya sukai. Saat itu saya yang berusia 17 tahun bercucuran keringat karena grogi. Tapi kemudian saya keluar dari zona nyaman dan rasanya luar biasa. Itulah kelebihan dari AIYEP membantumu untuk keluar dari zona nyaman. Tarian Saman adalah yang paling sulit bagi saya. Saya mendapat memar lutut selama berbulan-bulan karena hal itu, namun ketika melihat senyuman dari anak kecil yang menonton, itu tidak hanya menyenangkan tetapi juga memuaskan. Saya juga masih ingat dengan jelas saat meminta ibu asuh saya untuk mengajari cara naik bus ke tempat kerja, di mana tempat belanja terbaik di Brisbane, dan lainnya. Suatu hari di desa, teman saya Ally kesusahan untuk makan malam dengan tangannya. Di hari yang lain, Bapak mengundang kami ke pesta pernikahan tradisional. Kami juga harus menyanyikan I Am Australian dan Manuk Dadali. Inilah yang dimaksud dengan hubungan orang- ke-orang antara Australia dan Indonesia untuk benar-benar belajar tentang satu sama lain, untuk belajar lebih banyak tentang pemahaman budaya, untuk membangun persahabatan yang lebih dekat dengan komunitas dan teman tanpa melepaskan identitas sebagai orang Indonesia.

Source: AIYEP Delegates

Tidak pernah dalam mimpi terliar saya berpikir untuk pergi ke Australia. Setelah mengikuti dua kelas politik Australia di perguruan tinggi, saya tidak menganggapnya serius dan tidak terlalu mempelajarinya. Saya beruntung dapat ditempatkan di Gedung Parlemen Australia di Canberra untuk program magang. Suatu hari, saya mendengar bel berbunyi dan semua anggota parlemen berlari menuju chamber. Tentu saja, saya tidak terlalu memperhatikan kelas saat itu karena bingung dengan hal itu. Dari kantor, saya dapat mendengar orang berbicara tentang IA-CEPA selama pidato mereka. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau IA-CEPA kemudian diratifikasi pada bulan Februari dan pakta tersebut menghapus tarif perdagangan dan meningkatkan ekspor antara kedua negara. Mereka juga sepakat untuk meningkatkan kuota visa liburan kerja dari 1000 menjadi 4100. Hubungan ekonomi Indonesia-Australia yang erat akan menciptakan lebih banyak peluang dan reformasi kebijakan di bidang-bidang seperti; pajak dan pendapatan, reformasi struktural, pasar modal, tindakan non-tarif, perdagangan dan investasi, dan jasa keuangan melalui IA-CEPA. Pada tahun 2018, total perdagangan barang dan jasa dua arah dengan Indonesia mencapai A$ 17,6 miliar, menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar ke-14 Australia. Kesepakatan dan dialog kebijakan tingkat tinggi tentang ekonomi ini akan memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk memperluas dan mendiversifikasi kemitraan ekonomi mereka, dan juga merangsang investasi dua arah. Saya sangat gembira melihat apa yang IA-CEPA siapkan untuk kita selanjutnya.

Inisiatif orang-ke-orang memiliki sejarah panjang dalam hubungan Australia-Indonesia. Dimulai pada 1950-an, Herb Feith yang mendirikan program Relawan Australia mendorong kaum muda untuk menjadi relawan di Indonesia seperti yang pernah dilakukannya di Jakarta. Pada tahun 1989, The Australia-Indonesia Institute (AII) didirikan untuk menumbuhkan pemahaman budaya dan hubungan antara Australia dan Indonesia. AIYEP berfungsi sebagai pertukaran pemuda Indonesia-Australia terlama hingga saat ini. Pada tahun 2002, Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia juga didirikan. Program people-to-people ini dapat menjadi cara untuk membina dan mengembangkan hubungan kedua bangsa di sektor selanjutnya.

Source: AIYEP Delegates

Australia dan Indonesia sangat dekat namun berjauhan. Kami sering menerima begitu saja. Hubungan Indonesia-Australia harus diperkuat melalui hubungan interpersonal, pemerintahan, dan komunitas antara kedua negara. Anggota parlemen terpilih di Indonesia sudah menjabat lebih dari satu tahun, mereka harus mengambil lebih banyak inisiatif untuk memperdalam hubungan ekonomi Australia-Indonesia dan hubungan orang-ke-orang melalui kerangka IA-CEPA atau keterlibatan pemuda. Sebagai pemuda, saya mengambil bagian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan tulus untuk kedua negara melalui AIYEP. Program ini merupakan salah satu dari sekian banyak tali yang mengikat hubungan Indonesia-Australia. Penting untuk mengatakan bahwa ini adalah pengalaman yang mengubah hidup saya dan bagian terbaiknya adalah saya mendapatkan keluarga dan teman baik.